Minggu, 22 Juli 2012

Lomba Mewarnai AKU&BUNDA


Alhamdulillah, bulan lalu tepatnya Mei 2012, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gedeg (MIM Gedeg) telah melaksanakan kegiatan lomba mewarnai  AKU & BUNDA tingkat  TK se Kecamatan Gedeg. Tak hanya anak – anak Lho yang ditantang unjuk kebolehan seni mewarnanya, tetapi para Bunda juga ikut menunjukkan kebolehannya dalam mewarnai. Ayo, Bunda pasti Bisa!!!
Kegiatan ini di selenggarakan untuk memberikan media berekspresi dan wahana bagi anak untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, dan untuk menciptakan suasana kebersamaan bagi anak dan bunda dalam menunjukkan kemampuan dalam seni mewarna.

WOW... Tak disangka peserta yang hadir sangat banyak dan ramai, tentunya ini menjadikan kegiatan Lomba berlangsung serruuu...  karena tak hanya Trhopy dan Hadiah menarik bagi para pemenang yang diperebutkan. Tapi banyak sekali doorprise yang telah disediakan oleh panitia untuk para peserta LOMBA,  Wahh Asyyiiikkk... ^_^

Tak ketinggalan dalam kegiatan LOMBA ini banyak ditampilkan bakat dari siswa – siswi MIM gedeg dalam menari dan bermain musik, yang semua penampilan mereka adalah merupakan dari hasil pembelajaran keseharian mereka. Siipp deh!
Panitia Lomba sangat berterimakasih kepada semua pihak (para donatur dan pihak sponsor) yang telah mendukung penuh dan tulus, sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses. Jazakumullah Khoiron Katsiron, Thank you very much, Arigato gozaimazte, Mercy... See you in the next event!



 

Sabtu, 14 Januari 2012

MI MUHAMMADIYAH GEDEG - MOJOKERTO

MI MUHAMMADIYAH GEDEG - MOJOKERTO

Jl. H.Noer Hasyim No.06 Gedeg, Mojokerto

Muhammadiyah dan Sejarahnya

Dalam artikel ini saya sedikit menulis tentang Muhammadiah dan Sejarahnya atau cikal bakal Muhammadiayah yang didirikan oleh KH. A Dahlan.

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KHA Dahlan .

Beliau adalah pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta sebagai seorang Khatib dan sebagai pedagang. Melihat keadaan ummat Islam pada waktu itu dalam keadaan jumud, beku dan penuh dengan amalan-amalan yang bersifat mistik, beliau tergerak hatinya untuk mengajak mereka kembali kepada ajaran Islam yang sebenarnya berdasarkan Qur`an dan Hadist. Oleh karena itu beliau memberikan pengertian keagamaan dirumahnya ditengah kesibukannya sebagai Khatib dan para pedagang.

Mula-mula ajaran ini ditolak, namun berkat ketekunan dan kesabarannya, akhirnya mendapat sambutan dari keluarga dan teman dekatnya. Profesinya sebagai pedagang sangat mendukung ajakan beliau, sehingga dalam waktu singkat ajakannya menyebar ke luar kampung Kauman bahkan sampai ke luar daerah dan ke luar pulau Jawa. Untuk mengorganisir kegiatan tersebut maka didirikan Persyarikatan Muhammadiyah. Dan kini Muhammadiyah telah ada diseluruh pelosok tanah air.

Disamping memberikan pelajaran/pengetahuannya kepada laki-laki, beliau juga memberi pelajaran kepada kaum Ibu muda dalam forum pengajian yang disebut "Sidratul Muntaha". Pada siang hari pelajaran untuk anak-anak laki-laki dan perempuan. Pada malam hari untuk anak-anak yang telah dewasa.
KH A Dahlan memimpin Muhammadiyah dari tahun 1912 hingga tahun 1922 dimana saat itu masih menggunakan sistem permusyawaratan rapat tahunan. Pada rapat tahun ke 11, Pemimpin Muhammadiyah dipegang oleh KH Ibrahim yang kemudian memegang Muhammadiyah hingga tahun 1934.Rapat Tahunan itu sendiri kemudian berubah menjadi Konggres Tahunan pada tahun 1926 yang di kemudian hari berubah menjadi Muktamar tiga tahunan dan seperti saat ini Menjadi Muktamar 5 tahunan.